Final Liga Champion 2005 dikenang karena Liverpool bisa menang meski saat turun minum AC Milan sudah unggul 3-0. Jamie Carragher, dalam otobiografinya, bercerita bagaimana jeda 15 menit setelah babak pertama mengubah penampilan Liverpool di babak kedua.
Seperti dikutip koran Liverpool Echo pada Senin (8/9), dalam otobiografi berjudul “Carra: My Autobiography”, Carragher dan rekan-rekan satu tim masuk ruang istirahat selesai babak pertama dengan perasaan kacau.
Selama 45 menit sebelumnya, AC Milan memperlihatkan sepakbola memikat yang membuat gawang Liverpool kemasukan tiga kali. Harapan Liverpool mendapatkan trofi Liga Champion kelima kalinya seperti menguap.
Carragher merasa dipermalukan dan tidak bisa berbuat apapun. “Saya tidak mampu mengangkat kepala dan melihat wajah-wajah penonton, atau tulisan serta seragam merah di Stadion Ataturk,” tulisnya. “Impian saya menjadi debu.” Read More…
